Pelantikan Ade Komarudin Rawan Gugatan

Pelantikan Ade Komarudin Rawan Gugatan

148
SHARE

Konfrontasi – Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono meminta pelantikan Ketua DPR baru menunggu dualisme dan legal standing partai berlambang beringin tersebut tuntas.

Dia berharap pimpinan pimpinan DPR RI dapat menghargai persoalan partai tersebut.

“Selama legitimasi pengesahan (Menkumham) belum ada sebaiknya ditunda, kami minta perhatian piminan dewan untuk menghargai persoalan internal,” kata Agung Laksono di kediamannya, Jatinegara, Jakarta Timur.

Agung menegaskan, kubu Golkar hasil Munas Bali yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie tidak bisa memaksakan kehendak dengan mengusung Ade Komaruddin menjadi ketua DPR.

Jika mendorong Ade sebagai pengganti Novanto duduk di kursi Ketua DPR, Agung menilai justru bakal menambah konflik baru.

Terlebih lagi dua kubu Golkar itu sama-sama punya tokoh yang akan menggantikan kursi Novanto itu.

Untuk menghidari gesekan yang bisa saja terjadi, Agung sarankan kubu Munas Bali tak gegabah dan menunggu musyawarah nasional dan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Ini penting, Munas bersama dan tunggu SK Menkumham. Itulah legal standing-nya. Karena kalau tidak rawan gugatan. Kami kan ajukan Agus Gumiwang,” katanya.

Diketahui, hari ini DPR berencana melantik Ketua DPR pengganti Setya Novanto saat paripurna pembukaan masa sidang.

Ade Komaruddin memang diusulkan Golkar kubu Aburizal Bakrie alias Ical untuk menggantikan posisi Novanto. Posisi Ade Komaruddin sebagai Ketua Fraksi Golkar pun di-tukarguling-kan dengan Novanto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY