Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Proyek MRT

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Proyek MRT

245
SHARE

Presiden Jokowi memberi nama mesin bor ini Antareja, tokoh pewayangan yang bisa menembus bumi.

Mesin berdiameter 6,7 meter dan berat 323 ton itu akan menggangsir bumi untuk membuat jalur MRT dalam tanah dari Patung Pemuda, di kawasan Senayan, hingga kawasan Setia Budi, Kuningan, Jakarta.

4

Pengeboran bawah tanah proyek MRT ini akan berlangsung selama 24 jam setiap harinya dengan kecepatan delapan meter per hari, dan rencananya akan berlangsung hingga Desember 2016, seperti dilaporkan situs resmi Sekretariat Kabinet.

Dalam siaran persnya PT MRT Jakarta menyebutkan, proyek MRT Jakarta koridor selatan–utara terbagi dalam dua fase.

Fase pertama menghubungkan Lebak Bulus–Bundaran HI, sedangkan fase kedua akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Kampung Bandan.

Pekerja mengecek mesin bor bawah tanah proyek transportasi masal MRT, di Patung Pemuda, kawasan Senayan Jakarta Selatan, Senin (21/9). Mesin berdiameter 6,7 meter dan berat 323 ton itu akan menggangsir bumi untuk membuat jalur MRT dalam tanah dari Patung Pemuda, di kawasan Senayan, hingga kawasan Setia Budi, Kuningan, Jakarta. Pengeboran bawah tanah proyek MRT ini akan berlangsung selama 24 jam setiap harinya dengan kecepatan delapan meter per hari, dan rencananya akan berlangsung hingga Desember 2016. FOTO : RANDY TRI KURNIAWAN/RM

PT MRT membutuhkan empat mesin bor untuk membangun enam stasiun bawah tanah di Jakarta. Stasiun bawah tanah MRT yang akan dibangun antara lain Stasiun Bunderan Hotel Indonesia, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora dan Bundaran Senayan.

Mengangkut 280.000 penumpang per hari

Pada koridor pertama sepanjang 9,8 kilometer, MRT akan melitas di jalur layang dan begitu mendekati Patung Senayan akan masuk jalur bawah tanah sepanjang 9,7 km menuju Bundaran HI.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY