Kesiapan Indonesia Bergabung Trans Pacific Partnership

Kesiapan Indonesia Bergabung Trans Pacific Partnership

152
SHARE

Rencana Indonesia masuk dalam perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP) menjadi polemik. Maklum, Indonesia bukan negara yang penginisiasi hubungan perdagangan tersebut. Banyak pihak yang menghitung Indonesia akan rugi jika ikut TPP.

Mantan staf khusus presiden pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Firmanzah mengungkapkan, Amerika Serikat (AS) sejatinya sudah melobi Indonesia bergabung dengan Trans-Pacific Partnership, sejak 2012 silam.

“Saya tidak tahu persis kapan, tapi sejak 2012 itu sudah (mengajak masuk ke dalam TPP),” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Firman, wajar jika Amerika Serikat masih tetap berharap Indonesia bisa masuk ke dalam sistem perdagangan yang dimotorinya itu. “Ya kurang lebih enggak apa-apa mereka terus menawarkan (masuk TPP),” ucapnya.

Dia menjelaskan, pada era SBY, pemerintah memutuskan tidak masuk ke dalam TPP karena masih fokus terhadap pasar domestik dibanding luar negeri dengan melakukan ekspor.

Firman menerangkan, produk Indonesia saat ini belum siap dipasarkan dalam jumlah besar ke luar negeri, sedangkan jika masuk dalam TPP barang dari asing akan membanjiri pasar Tanah Air.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY