Mompadiu Jara Ritasi, Tradisi Memandikan Kuda di Laut

Mompadiu Jara Ritasi, Tradisi Memandikan Kuda di Laut

590
SHARE

Di pagi hari ketika air laut masih tenang kuda-kuda ini mulai berdatangan ke pantai. Tak lain dan tak bukan untuk bermain air. Tradisi inilah yang dilakukan orang setempat secara turun temurun, Mompadiu Jara Ritasiatau tradisi memandikan kuda di laut.

Air laut dipercaya memiliki khasiat yang dapat menyehatkan kuda. Itulah sebabnya jauh-jauh datang ke pantai mereka jabani. Biasanya tradisi mompadiu jara ritasi dilakukan bagi kuda pacu. Salah satunya adalah raju, kuda berumur 2 tahun ini sudah puluhan kali menang di arena balap. Untuk relaksasi raju dibawa mandi ke laut seminggu sekali oleh sang empunya.

Memandikan kuda cukup sekitar 30 menit setelah itu kuda akan dibiarkan bermain sepuasnya di air. Inilah waktunya kuda melepaskan stres dari rutinitas lomba yang mereka ikuti.
Naluri balap memang sudah tak bisa lepas dari sosok kuda pacu. Lepas dari air permainan berlanjut di area pantai, beradu cepat dengan sesama kuda lainnya.

Gagahnya kuda yang mengikuti mompadiu jara ritasi memesona mata siapapun yang melihatnya. Bahkan banyak anak yang tertarik menungganginya. Sebagian anak beruntung karena telah dilatih menjadi joki semenjak dini. Sigit salah satunya, ia belajar menjadi joki sejak 3 tahun lalu.

mandi kuda
Sejak Kecil Anak Terbiasa Memandikan Kuda di Laut

Di Sulawesi Tengah tak banyak joki cilik seperti Sigit karena penunggang kuda pacuan biasanya orang dewasa yang cukup berpengalaman. Pacuan kuda seperti ini tak hanya menjadi sarana olahraga namun juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga.

Hampir setiap bulan ada saja pacuan kuda digelar di kota Palu, ibukota Sulawesi Tengah. Hadiahnya cukup menggiurkan yakni uang jutaan rupiah bagi para pemenang. Dan bagi sang kuda hadiahnya sederhana saja, cukup seminggu sekali diajak mandi di laut tempat mereka bisa dimanja-manja oleh pemiliknya.

Reporter: Dara Aurora
Visual : Luthfi Evan
Produser : Marlia Yossie
Editor : Adrian Zakhary