Wisata Kuliner Legendaris? Pasar Gede Tempatnya

Wisata Kuliner Legendaris? Pasar Gede Tempatnya

170
SHARE

Wisata kuliner murah meriah. Hal itulah yang pas menggambarkan surga kuliner kota Solo, tepatnya di Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar Gede dibangun pertama kali tahun 1930 lewat rancangan arsitek Belanda Thomas Karsten. Dalam perjalanannya, pasar ini mengalami beberapa kali pemugaran. Tahun 1947 Pasar Gede rusak setelah agresi militer Belanda di masa perang kemerdekaan. Dan pada tahun 2000 pasar dipugar karena terbakar. Di pasar legendaris ini, kita bisa menemukan beragam makanan dan minuman khas kota Solo yang patut dicoba.

Es Dawet Telasih Bu Dermi

Biji telasih jadi ciri khas minuman legit ini. Es Dawet Bu Dermi bahkan telah hadir sejak awal Pasar Gede berdiri. Resep dawet bu Dermi turun temurun dan kini sudah dikelola generasi ketiga. Kita hanya perlu membayar Rp. 8000 untuk merasakan segarnya segelas es dawet telasih.

Berambang Asem

Lapar setelah berkeliling Pasar Gede? Berambang asem bisa jadi pemadam kelaparan. Makanan ini identik dengan rasa lezat pada sambalnya, dengan cita rasa campuran asam, manis, dan pedas yang berpadu di lidah. Resepnya yaitu berambang alias bawang merah yang dibakar, dengan campuran terasi, asam, serta gula jawa. Apalagi ditambah dengan daun kangkung serta daun ubi jalar atau jeglor yang renyah saat digigit. Berambang asam pas disantap dan memanjakan lidah kita saat makan siang.

Lenjongan (jajanan pasar)

Jalan jalan ke pasar makin lengkap dengan jajanannya yang khas. Masyarakat Solo menyebutnya lenjongan, berisi campuran cendil, klepon, gethuk, tiwul, hingga ketan. Menikmati lenjongan makin lengkap dengan taburan kelapa parut dan siraman gula jawa yang legit. Harga seporsi lenjongan tergantung jumlah dan varian isinya.

Jadi, buat para traveller yang jalan jalan ke Kota Solo, Pasar Gede bisa jadi pilihan pas. Pas untuk bikin perut kenyang dan pastinya bersahabat juga untuk kantong kita.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY